JAKARTA - PT Akulaku Finance Indonesia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan pada tahun 2026.
Presiden Direktur Perry Barman Slangor menyampaikan, perseroan menargetkan pertumbuhan penyaluran sebesar 12 persen secara tahunan, atau mencapai Rp8,2 triliun.
Target ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas penetrasi pasar dan meningkatkan akses pembiayaan konsumen secara lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.
Perry menekankan bahwa pertumbuhan double digit ini didorong oleh pemanfaatan teknologi terbaru. Sistem berbasis artificial intelligence (AI) digunakan untuk menilai kelayakan kredit konsumen melalui credit scoring, sehingga risiko dapat diminimalkan.
Selain itu, inovasi ini membantu memperluas jangkauan pembiayaan secara sehat dan berkelanjutan, seiring dengan meningkatnya permintaan layanan kredit digital.
Optimalisasi Teknologi dan Keamanan Digital
Perseroan memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi dalam proses verifikasi nasabah. Integrasi deepfake verification dan face recognition memungkinkan identifikasi profil nasabah secara real-time (liveness).
Dengan langkah ini, potensi penipuan siber dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mempercepat proses persetujuan pembiayaan.
Selain itu, penerapan teknologi ini juga memberikan kemudahan bagi konsumen. Sistem yang canggih memungkinkan penilaian risiko yang lebih akurat dan transparan, sehingga nasabah dapat memperoleh fasilitas pembiayaan dengan cepat.
Perry menegaskan bahwa keamanan data dan proteksi nasabah menjadi prioritas utama dalam pengembangan sistem digital tersebut.
Ekspansi Pasar ke Wilayah Non-Jawa
Salah satu fokus utama Akulaku Finance pada 2026 adalah ekspansi ke kota-kota tier 2 dan tier 3 di luar Pulau Jawa. Saat ini, 68 persen bisnis perseroan masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sementara sisanya hanya 32 persen berada di wilayah lain.
Untuk mencapai distribusi yang lebih merata, pihaknya menargetkan penetrasi pasar ke Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan kawasan timur Indonesia.
Perry menekankan bahwa strategi ekspansi harus mempertimbangkan perbedaan gaya hidup dan daya beli masyarakat. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat konsumen di luar Pulau Jawa memiliki kebiasaan konsumsi dan prioritas keuangan yang berbeda.
Oleh karena itu, strategi pemasaran dan pengelolaan risiko akan disesuaikan dengan karakteristik lokal masing-masing wilayah.
Diversifikasi Pendanaan dan Kemitraan
Untuk mendukung target penyaluran pembiayaan, Akulaku Finance aktif mendiversifikasi sumber pendanaan. Saat ini, perusahaan menjalin kemitraan dengan 16 institusi perbankan nasional, termasuk Maybank, Superbank, Sampoerna, J-Trust Bank, dan Hana Bank.
Perry menambahkan, perseroan juga menjajaki kemungkinan pendanaan dari luar negeri melalui offshore borrowing. Langkah ini diambil untuk menjaga likuiditas perusahaan dan memperluas kapasitas pembiayaan, sehingga dapat melayani jumlah nasabah yang lebih besar, khususnya di wilayah yang baru dimasuki.
Fokus Berkelanjutan pada Kualitas Layanan
Meskipun menargetkan pertumbuhan tinggi, Akulaku Finance tetap menekankan kualitas layanan dan keamanan transaksi. Dengan memadukan inovasi teknologi, pengawasan risiko yang ketat, serta strategi ekspansi pasar yang matang, perseroan berupaya memberikan pembiayaan yang aman, cepat, dan dapat diakses oleh lebih banyak konsumen.
Perry menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa keberhasilan tahun 2026 tidak hanya diukur dari angka penyaluran pembiayaan, tetapi juga dari kualitas pengalaman nasabah dan keberlanjutan bisnis secara keseluruhan.