Pebble Round 2

Spesifikasi Pebble Round 2 Ungkap Desain Tipis dan Baterai Tahan Lama

Spesifikasi Pebble Round 2 Ungkap Desain Tipis dan Baterai Tahan Lama
Spesifikasi Pebble Round 2 Ungkap Desain Tipis dan Baterai Tahan Lama

JAKARTA - Di tengah tren smartwatch modern yang semakin sarat sensor kesehatan dan fitur kebugaran canggih, Pebble justru memilih jalur berbeda. 

Merek legendaris yang pernah merajai pasar jam tangan pintar satu dekade lalu ini kembali menegaskan identitasnya melalui peluncuran Pebble Round 2. Perangkat terbaru ini menitikberatkan desain tipis, layar e-paper, serta daya tahan baterai panjang, alih-alih mengejar spesifikasi berlebihan.

Pebble Round 2 hadir sebagai kelanjutan dari kebangkitan Pebble setelah lama absen. 

Jam tangan pintar ini menjadi versi “reboot” dari Pebble Time Round yang pertama kali diperkenalkan pada 2015 dan dikenal sebagai salah satu smartwatch paling tipis di masanya.

Reboot Pebble Time Round dengan Sentuhan Modern

Pebble Round 2 dirancang sebagai interpretasi ulang dari model lama dengan teknologi yang lebih matang. Versi terbaru ini memiliki ketebalan 8,1 mm, sedikit lebih tebal dibanding generasi lawas yang berada di angka 7,5 mm. Meski demikian, perangkat ini masih tergolong sangat tipis jika dibandingkan smartwatch modern lain di pasaran.

Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy Watch 8 memiliki ketebalan 8,6 mm, Apple Watch 11 mencapai 9,7 mm, sementara Huawei Watch 5 bahkan menembus 11,3 mm. Dengan ukuran tersebut, Pebble Round 2 tetap menjadi salah satu smartwatch paling ramping yang tersedia saat ini.

Desain Layar Bulat dan Harga Pasar

Sesuai namanya, Pebble Round 2 mengusung desain layar bulat yang memberikan kesan lebih premium dibandingkan desain kotak khas Pebble generasi awal. Smartwatch ini dibanderol dengan harga 199 dollar AS, atau sekitar Rp 3,2–3,3 juta di pasaran.

Dengan banderol tersebut, Pebble Round 2 tidak bersaing secara langsung dengan smartwatch flagship yang menawarkan fitur kesehatan lengkap. Sebaliknya, perangkat ini menyasar pengguna yang menginginkan jam tangan pintar fungsional dengan desain ringan dan daya tahan baterai panjang.

Fitur Sederhana, Fokus pada Efisiensi

Berbeda dari smartwatch modern yang dilengkapi sensor detak jantung, GPS, atau pemantauan kebugaran lanjutan, Pebble Round 2 hanya menawarkan pelacakan aktivitas dasar, seperti langkah kaki dan tidur. Tidak adanya sensor detak jantung menjadi salah satu kompromi utama yang diambil Pebble.

Namun, justru pendekatan ini memungkinkan efisiensi daya yang jauh lebih baik. Pebble Round 2 diklaim mampu bertahan 10 hingga 14 hari hanya dengan sekali pengisian daya, angka yang sulit dicapai oleh sebagian besar smartwatch masa kini.

Perbaikan Bezel dan Teknologi Layar

Pendiri Pebble, Eric Migicovsky, menyebut bahwa salah satu kekurangan model lama adalah bezel yang terlalu besar. Pada generasi terbaru ini, teknologi layar yang lebih matang memungkinkan penggunaan bezel lebih tipis, sehingga area tampilan menjadi lebih luas tanpa memperbesar ukuran fisik jam.

Pebble Round 2 menggunakan layar e-paper berwarna berukuran 1,3 inci dengan resolusi 260 x 260 piksel. Kerapatan layar mencapai 283 ppi, dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya. Secara teori, peningkatan ini membuat tampilan lebih tajam dan detail.

Layar tersebut juga dibekali backlight, sehingga tetap dapat terbaca dalam kondisi minim cahaya, tanpa mengorbankan konsumsi daya.

Sistem Operasi dan Kompatibilitas Perangkat

Pebble Round 2 menjalankan Pebble OS berbasis open source. Sistem operasi ini dikenal ringan, efisien, dan mendukung berbagai aplikasi sederhana. Jam tangan ini kompatibel dengan perangkat Android, sementara dukungan untuk iOS disebut akan menyusul.

Fitur tambahan lainnya mencakup mikrofon serta side button untuk navigasi. Tombol ini dapat digunakan untuk membisukan panggilan masuk, mengontrol pemutaran musik, serta fungsi dasar lainnya yang mendukung penggunaan sehari-hari.

Jejak Sejarah Pebble di Dunia Smartwatch

Pebble pertama kali mencuri perhatian dunia teknologi pada 2012 lewat smartwatch berlayar e-paper yang didanai melalui Kickstarter. Produk tersebut hadir bahkan sebelum Apple Watch diperkenalkan ke publik.

Pada masanya, smartwatch Pebble memungkinkan pengguna melihat notifikasi, mengustomisasi tampilan jam, serta mengakses toko aplikasi. Daya tahannya juga mengesankan, mampu bertahan hingga sepekan meskipun layarnya selalu aktif.

Namun, popularitas Pebble tidak bertahan lama. Minat konsumen menurun drastis, hingga akhirnya Pebble diakuisisi oleh Fitbit pada Desember 2016.

Dari Fitbit ke Google, Hingga Comeback Pebble

Fitbit kemudian diakuisisi oleh Google pada 2019, membuat ekosistem Pebble berada di bawah naungan raksasa teknologi tersebut. Setelah bertahun-tahun tidak merilis produk baru, Pebble akhirnya mengumumkan comeback melalui Core 2 Duo dan Core Time 2 pada Maret 2025.

Kedua smartwatch tersebut mulai tersedia pada Juli dan Desember 2025. Awalnya, perangkat tersebut diumumkan tanpa menggunakan merek Pebble karena kepemilikan merek masih berada di tangan Google.

Namun pada Agustus, TechCrunch melaporkan bahwa Eric Migicovsky berhasil mendapatkan kembali merek dagang Pebble. Hal ini memungkinkan penggunaan kembali nama Pebble untuk seluruh lini produk, termasuk Pebble Round 2 yang dirilis pada Januari 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TechCrunch.

Pebble Kembali dengan Identitas Lamanya

Pebble Round 2 menandai kembalinya Pebble dengan filosofi lama yang disesuaikan teknologi masa kini. 

Tanpa fitur berlebihan, smartwatch ini mengedepankan desain tipis, layar e-paper, serta daya tahan baterai panjang. Pendekatan ini mempertegas bahwa Pebble tetap setia pada identitasnya sebagai smartwatch praktis dan efisien.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index