Rekomendasi 10 Kuliner Favorit Solo Awal Tahun Incaran Wisatawan Nusantara

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:07:24 WIB
Rekomendasi 10 Kuliner Favorit Solo Awal Tahun Incaran Wisatawan Nusantara

JAKARTA - Memasuki awal tahun, banyak orang memilih bepergian untuk menyegarkan pikiran setelah rutinitas panjang. 

Selain destinasi wisata, urusan perut hampir selalu menjadi agenda utama dalam setiap perjalanan. Di antara banyak kota tujuan liburan, Solo kerap menjadi pilihan karena menawarkan pengalaman wisata yang lengkap, termasuk kekayaan kuliner yang sulit dilupakan.

Sebagai kota budaya di Jawa Tengah, Solo memiliki keunggulan tersendiri dalam urusan makanan. Jarak antarlokasi kuliner relatif dekat, suasana kota ramah bagi wisatawan, dan harga yang ditawarkan pun bersahabat. Tak hanya itu, cita rasa yang dihadirkan tetap autentik, seolah mengajak wisatawan mengenal tradisi lokal melalui setiap suapan.

Tak heran jika Solo sering disebut sebagai surga kuliner tradisional yang tetap relevan lintas generasi. Dari menu berat, jajanan, hingga minuman segar, semuanya mudah ditemukan, bahkan sejak dini hari. 

Bagi wisatawan yang datang saat libur Tahun Baru, menyusuri sudut-sudut kota sambil berburu makanan khas bisa menjadi pengalaman yang tak kalah menarik dari kunjungan ke tempat wisata.

Buat kamu yang sedang menyusun rencana liburan awal tahun, berikut 10 kuliner favorit dan legendaris di Solo yang kerap jadi incaran wisatawan dari berbagai daerah. Daftar ini bisa dijadikan panduan wisata rasa selama berada di Kota Bengawan, tanpa mengubah isi maupun kutipan aslinya.

Daftar Kuliner Favorit Wisatawan di Solo Awal Tahun

1. Nasi Liwet, Ikon Kuliner yang Wajib Dicoba
Kalau bicara soal Solo, nasi liwet hampir selalu ada di urutan teratas. Hidangan ini berupa nasi gurih yang dimasak dengan santan, lalu disajikan bersama suwiran ayam, telur rebus, sayur labu siam, dan kuah santan kental.
Salah satu yang paling legendaris adalah Nasi Liwet Wongso Lemu, yang sudah ada sejak era 1950-an. Menikmati nasi liwet sambil lesehan di malam hari bisa menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana Solo tempo dulu.

2. Serabi Notosuman, Camilan Legendaris Favorit Wisatawan
Serabi Notosuman sudah lama menjadi ikon kuliner Solo. Terbuat dari campuran tepung beras dan santan, serabi ini dimasak di atas tungku kecil sehingga menghasilkan aroma khas yang menggoda.
Teksturnya lembut dengan rasa manis-gurih. Tersedia varian polos dan cokelat, serabi ini cocok dinikmati sebagai camilan pagi atau dijadikan oleh-oleh khas Solo.

3. Selat Solo, Perpaduan Rasa Jawa dan Eropa
Selat Solo kerap disebut sebagai “bistik Jawa”. Hidangan ini memadukan irisan daging sapi empuk dengan kuah manis gurih, kentang goreng, telur pindang, serta aneka sayuran rebus.
Menu ini mencerminkan sejarah panjang akulturasi budaya di Solo. Rasanya ringan dan cocok bagi wisatawan yang ingin mencoba kuliner tradisional dengan sentuhan berbeda.

4. Timlo Sastro, Hangat dan Bersahaja di Tengah Kota
Bagi pencinta menu berkuah ringan, Timlo Sastro adalah pilihan tepat. Sup bening ini berisi sosis Solo, suwiran ayam, hati ampela, telur pindang, bihun, dan ayam goreng.
Warung yang berada di sudut Pasar Gede ini telah berdiri sejak 1952. Cocok disantap pada pagi atau siang hari, terutama setelah berkeliling kawasan wisata kota.

5. Tengkleng, Kuliner Rakyat yang Kini Jadi Primadona
Tengkleng dulunya dikenal sebagai makanan rakyat karena memanfaatkan tulang kambing dengan sisa daging. Namun kini, kuliner ini justru menjadi incaran wisatawan.
Kuahnya kaya rempah dengan cita rasa gurih dan sedikit pedas. Tengkleng Bu Edi di Pasar Klewer menjadi salah satu yang paling populer dan hampir selalu ramai pembeli.

6. Sate Kere, Sederhana tapi Bikin Ketagihan
Meski namanya “kere”, sate ini justru digemari banyak orang. Terbuat dari tempe gembus atau jeroan sapi, sate kere disajikan dengan sambal kacang dan irisan lontong.
Rasanya unik dan legit, cocok bagi wisatawan yang ingin mencicipi kuliner khas Solo dengan cerita sosial di baliknya.

7. Gudeg Ceker Bu Kasno, Favorit Wisata Kuliner Dini Hari
Bagi pencinta kuliner malam, Gudeg Ceker Bu Kasno wajib masuk daftar. Gudeg khas Solo ini terkenal dengan ceker ayamnya yang empuk dan kaya bumbu.
Yang membuatnya unik, warung ini mulai buka sekitar pukul 01.30 WIB. Tak jarang, antrean sudah mengular sejak dini hari.

8. Soto Gading, Legenda yang Selalu Jadi Andalan
Soto Gading merupakan salah satu warung soto ayam paling terkenal di Solo. Kuahnya bening namun gurih, disajikan dengan suwiran ayam dan beragam lauk pendamping.
Berdiri sejak 1974, tempat ini kerap menjadi tujuan wisatawan sekaligus langganan warga lokal karena konsistensi rasanya.

9. Es Dawet Telasih Bu Dermi, Segar Pelepas Dahaga
Setelah puas berkeliling kota, segelas es dawet telasih bisa menjadi penutup yang pas. Minuman legendaris di Pasar Gede ini berisi bubur sumsum, ketan hitam, tape, cendol, dan biji telasih.
Rasanya manis dan menyegarkan, cocok dinikmati saat siang hari di tengah cuaca Solo yang hangat.

10. Nasi Pecel dan Sambal Tumpang Bu Kis, Rasa Tradisi Sejak 1951
Menutup perjalanan kuliner, nasi pecel dan sambal tumpang Bu Kis menawarkan cita rasa tradisional yang kuat. Sambal tumpang berbahan dasar tempe semangit menghadirkan sensasi gurih dengan aroma khas.
Warung ini telah melayani pelanggan sejak 1951 dan tetap mempertahankan resep turun-temurun hingga sekarang.

Wisata Kuliner Solo, Liburan yang Kaya Rasa dan Cerita

Liburan ke Solo di awal tahun bukan hanya soal berjalan-jalan, tetapi juga tentang menikmati kekayaan rasa yang diwariskan lintas generasi. Dari nasi liwet hingga es dawet, setiap kuliner memiliki cerita dan karakter tersendiri yang memperkaya pengalaman wisata.

Dengan akses yang mudah, harga ramah, dan cita rasa autentik, menjadikan wisata kuliner sebagai agenda utama di Solo adalah pilihan tepat untuk mengawali tahun dengan kenangan hangat dan berkesan.

Terkini